Dinkes Gunungkidul Catat Ada 145 Kasus Kematian Akibat Covid pada Bulan Juli

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul mencatat kasus kematian pada bulan Juli 2021 ini cukup banyak. Hingga tanggal 11 Juli kemari saja terdapat 145 kasus kematian akibat covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawaty mengatakan, dari data yang masuk pada Minggu (11/07/2021) kemarin terdapat 23 orang meninggal dunia. Hal itu menambah jumlah total kematian semenjak pandemi mencapai 410 kasus.

“Untuk bulan Juli ini mencapai 145 kasus kematian akibat covid-19,” kata Dewi, Senin (12/07/2021).

Dikatakannya kasus kematian ini ada yang isolasi mandiri sebanyak 5 orang, untuk sisanya sudah mendapatkan perawatan medis namun meninggal dunia. “Untuk usia masih banyak yang lansia,” kata Dewi 

Ia menambahkan, pada Minggu kemarin juga ada tambahan 280 kasus positif. Sementara untuk kasus sembuh juga cukup banyak yakni 395 orang.

“Total dari awal pandemi terkonfirmasi positif ada 9721 kasus, untuk kasus sembuh ada 6034 kasus. Masih dalam perawatan 3277 kasus,” ungkap dia.

Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif membuat relawan pemakaman dan pemulasaran Tim SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul bekerja ekstra. Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono mengakui hampir setiap hari anggotanya mengubur warga yang meninggal dengan protokol kesehatan.

“Iya mas hampir setiap hari,” kata Marjono.

Dijelaskan tim SAR Satlinmas selain menjaga wilayah pantai, sejak pandemi juga bertugas melakukan sosialisasi kepada wisatawan, sosialiasasi pemulasaran jenasah, hingga menjaga TPR untuk membantu menghalau wisatawan.

“Untuk pemakaman kami tidak hanya wilayah selatan, tetapi seluruh Gunungkidul siapa saja yang membutuhkan bantuan kami bantu,” kata Marjono.

Marjono mengaku, untuk melakukan penguburan pihaknya selama ini masih mengandalkan jas hujan. Untuk baju yang khusus memang mengalami keterbatasan, namun hal itu tidak menyurutkan pihaknya.

“Memang kami kekurangan APD, kami bisa memakai jas hujan dan memang itu rapet banget. Kami berharap masyarakat mematuhi imbauan dari pemerintah agar kuta bisa hidup normal lagi seperti sediakala,” pungkas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: