Dinilai Tidak Sesuai Aturan, Disnakertrans Minta Operasionalisasi Wahana ‘Ngopi In The Sky Dihentikan

  • Bagikan

Panggang,(lensamedia-co) — Viralnya wahana wisata baru “Ngopi In The Sky” yang berada di pantai Nguluran, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Gunungkidul mengundang reaksi dan tanggapan banyak pihak.

Khalayak banyak mempertanyakan segi keamanan dari wahana yang menawarkan pemandangan dari ketinggian ini.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) DIY akhirnya mengadakan inspeksi ke lokasi wahana milik destinasi wisata Teras Kaca ini.

Hasilnya, mereka meminta agar operasional wahana ini dihentikan, karena dianggap tidak sesuai dengan aturan peruntukan alat.

“Inspeksi kami melibatkan tim pengawas ketenagakerjaan spesialis Alat Angkat dan Alat Angkut,” terang Amin Subargus, Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Kamis, (6/1/2022).

“Dari hasil inspeksi, menyatakan bahwa Mobile Crane yang dioperasikan untuk mengangkat dan mengangkut orang sebagai wahana wisata Ngopi in The Sky pada area wisata Teras Kaca di Pantai Nguluran Girikarto Gunungkidul tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” lanjut Amin lagi.

Aturan yang dimaksud, menurut Amin adalah UU No 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Begitu juga dengan Permenaker RI No 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Dalam aturan itu menyebutkan bahwa Pesawat Alat Angkat dan Alat Angkut, mobil crane hanya bisa digunakan untuk muatan barang, bukan orang.

“Kami meminta operasionalisasi mobile crane ini dihentikan, karena tidak sesuai dengan peruntukkannya. Selain itu, alat tersebut belum dilakukan pemeriksaan dan pengujian persyaratan K3 sesuai Permenaker tersebut,” tandas Amin.

Tindak lanjut dari hasil Inspeksi ini, menurut Amin, pihaknya akan segera mengirimkan surat hasil inspeksi ke pengelola destinasi wisata Teras Kaca, pemilik crane dari Bogor, dan ke Kemenaker RI.

“Untuk surat ke Teras Kaca bentuknya nota pemeriksaan, kalau ke perusahaan persewaan mobile crane berupa surat rekomendasi kemudian untuk ke kementerian merupakan surat laporan,” pungkasnya.

lensamedia
Penulis: Edi Padmo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: