Dinas Pariwisata dan PHRI Gunungkidul Tanggapi Wacana Penerapan PPKM Level 3 di Akhir Tahun

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Pemerintah berencana menerapkan kembali PPKM level 3 di seluruh Indonesia pada momen libur Natal dan Tahun Baru 2021. Hal ini disampaikan secara tertulis oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

PPKM Level 3 ini akan berlaku bagi semua wilayah dengan berbagai status level dari 24 Desember hingga 2 Januari. Termasuk wilayah yang saat ini berstatus PPKM leveL 1 dan 2.

Di Gunungkidul sendiri, kendati angka kasus terus menurun dan landai, saat ini statusnya masih dalam status level 2 Aglomerasi DIY. Walau untuk kegiatan masyarakat dan Pariwisata sudah mulai longgar.

“Terkait hal ini, kami akan menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri,” terang Hary Sukmono.
Sekretaris Dinas Pariwisata (Dispar) Gunungkidul, Kamis (18/11/2021).

Hary menyampaikan, dengan wacana pemerintah seperti itu, pihaknya belum mempunyai skenario bagaimana nantinya operasionalisasi destinasi wisata, karena saat ini aktivitas sudah cenderung normal

“Jika mengacu PPKM Level 3 sebelumnya, destinasi wisata bisa saja ditutup, atau bisa jadi dibuka tapi terbatas,” lanjutnya.

Hary mengaku, dari keterangan yang dia terima, kebijakan pemerintah tersebut diambil dalam rangka membendung risiko gelombang 3 kasus COVID-19 yang berpotensi terjadi saat libur Natal dan Tahun Baru.

“Kami berharap, jika aturan ini benar benar diterapkan, destinasi wisata tidak ditutup,” ujar Sunyoto, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul.

Sunyoto menyatakan, bahwa pihaknya bisa mengerti bahwa keputusan pemerintah ini sebagai upaya antisipasi terjadinya lonjakan kasus Covid19. Namun ia berujar bahwa usaha pariwisata sangat tergantung dengan adanya mobilisasi masyarakat.

“Saat mobilisasi dibatasi sangat ketat tentu akan berdampak yang signifikan terhadap usaha industri pariwisata,” lanjutnya.

Sunyoto.menambahi, bahwa dala berbagai upaya kemarin, Destinasi wisata sudah melengkapi diri dengan berbagai syarat, baik CHSE dan aplikasi PeduliLindungi, hal ini sudah bisa dianggap layak beroperasi.

“Ekonomi sektor wisata baru akan bergairah, kami berharap wisata tidak ditutup,” pungkasnya. (Ep)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: