u6Dacb.md.jpg

Dilimpahkan ke Polres, Tujuh Bocah Curi dan Rusak Bendera Kini Jalani Wajib Apel

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Proses hukum terhadal aekelompok bocah belasan tahun yang melakukan pencoporan bendera merah putih dan pengerusakan umbul-umbul terus berlanjut. Kasus kini ditangani jajaran Polres Gunungkidul. Kepada mereka, pihak kepolisian tidak melakukan penahanan, namun petugas mengenakan wajib apel lantaran masih berada di bawah umur.

Kanit Uppa Ipda Ratri Ratnawati mengatakan, kepada para pelaku yang diamankan dikenakan wajib lapor. Hal ini dilakukan karena mereka merupakan anak dibawah umur sehingga tidak dilakukan penahanan dan ditangani oleh UPPA.

“Kasusnya saat ini di tangani oleh Sat Reskrim unit PPA saat masih dalam status penyelidikan, pelaku tidak di tahan namun dikenakan wajib wajib apel,” ujar Ratri, Selasa (17/08/2021).

Ia menambahkan, saat ini Unit PPA masih dalam status penyelidikan. Pihaknya dalam perkara ini melibatkan beberapa Instansi diantaranya dari Bapas, Dinsos, sekolah, Dinas pemberdayaan perempuan dan anak.

“Sehubungan denfan perkara tersebut di mohon para orang tua dan masyarakat ikut membatu membimbing putra putrinya sebagai calon generasi penerus bangsa jangan salah jalan,” ucap dia.

Sementara itu, petugas hanya melakukan penilangan terhadap kendaraan yang digunakan oleh para pelaku untuk menjalankan aksinya. Hal itu karena mereka tidak memiliki SIM dan tidak dapat menunjukkan surat kepemilikan kendaraan yang sah.

“Jadi kendaraan yang kita tahan kaitannya dengan pelanggaran lalulintas dan motifnya dari hasil pemeriksaan yg didampingi orang tuanya sejauh ini mereka mengakui hanya iseng ” ujar Kanit Pidum Polres Gunungkidul, Iptu Wawan Anggoro memberikan penjelasan lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, ketujuh bocah tersebut diamankan oleh warga beberapa hari lalu lantaran tertangkap basah melakukan pencopotan bendera. Mereka diketahui melakukan aksi itu dengan alasan iseng semata.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: