Dijanji untuk Dinikahi, Wanita Ini Malah Tertipu Puluhan Juta

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Akibat janji janji manis yang tidak juga ditepati, AK(30), warga Tanggamus, Lampung, akhirnya harus berurusan dengan pihak yang berwajib. Dia dilaporkan oleh seorang wanita bernama S(38), warga Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, Gunungkidul, dengan tuduhan penipuan.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto menjelaskan, kejadian berawal saat korban berkenalan dengan pelaku di akun media sosial Facebook.

“Sekitar bulan September tahun 2020 korban di inbok/massenger oleh akun Facebook atas nama Gery M, kemudian komunikasi mereka lanjutkan melalui WA,” terang Suryanto,Rabu(13/10/2021).

Komunikasi diantara keduanya terus berlanjut, sehingga pada bulan Desember 2020 keduanya sepakat untuk bertemu di kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Paska bertemu, hubungan keduanya semakin akrab, sekitar bulan Januari 2021 sampai dengan bulan Agustus 2021, pelaku sering meminta uang dengan alasan meminjam dan untuk modal usaha serta akan dikembalikan.

“Pelaku juga berjanji akan menikahi korban,” imbuh Suryanto.

Bahkan pada bulan Maret 2021 korban mengatakan kepada pelaku bahwa dirinya berencana akan membeli sepeda motor.

“Oleh Pelaku, korban diminta untuk mentransfer uang yang akan digunakan untuk membeli sepeda motor, pelaku berjanji akan mencarikan sepeda motor sesuai keinginan korban,” lanjutnya.

Korban yang sudah terlanjur percaya kemudian memberikan uang sebesar Rp.14.000.000,- (empat belas juta rupiah) untuk membeli sepeda motor. Namun sepeda motor yang dijanjikan sampai saat ini belum diterima oleh korban, dan jika ditanyakan keberadaan sepeda motor Honda Vario 150 tersebut tidak pernah diberitahu oleh pelaku.

“Janji pelaku untuk menikahi korban tidak juga ditepati, korban yang merasa sudah tertipu akhirnya membawa dan menyerahkan pelaku ke Polres Gunungkidul,” terang Suryanto.

Atas kejadian ini, korban mengalami kerugian total sebanyak Rp.75.000.000,- (tujuh puluh lima juta rupiah). Polisi juga mengamankan barang bukti berupa kertas bukti transaksi transfer, buku rekening, ATM dan dua buah handphone.

“Pelaku dikenakan Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP, tentang penipuan dan penggelapan,” pungkas Suryanto.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: