Digunakan untuk Kawin Kontrak, Polisi Buru Otak Pencurian Buku Nikah di Kantor KUA

  • Bagikan

Wonosari, (lensamedia.co)– Jajaran Polres Gunungkidul masih memburu otak pelaku pencurian buku nikah di dua KUA yakni di KUA Playen dan KUA Patuk. Hal ini dilakukan usai adanya keterangan dari dua pelaku yang telah berhasil diamankan. Dari keterangan pelaku, buku nikah tersebut digunakan untuk nikah siri di wilayah Jawa Barat.

Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Suryanto mengatakan, saat ini pihaknya masih memburu otak pelaku pencurian buku nikah. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku utama diduga berasal dari Padang, Sumatera Barat.

“Otak atau pelaku utama yang kita buru ini membawa seluruh buku nikah hasil pencurian di dua Kantor Urusan Agama (KUA) yakni di Kapanewon Playen dan Patuk,” ujar Suryanto, Selasa (09/11/2021).

Suryanto menjelaskan, dari keterangan dua tersangka yang telah diamankan, buku nikah tersebut biasanya dijual untuk nikah siri di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

“Betul digunakan untuk nikah siri atau kawin kontrak,” kata dia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kapolres Gunungkidul, AKBP Aditya Galayudha Ferdiansyah mengatakan pihaknya mengamankan dua orang pelak pencurian PH (42) warga Bojong Pondok terong, Cipayung, Bogor, Jawa Barat, pada 2 September 2021 , dan AA (41) warga Pasar Minggu, Jakarta Selatan pada 4 September 2021. Keduanya diduga merupakan pelaku pencurian Kantor KUA Patuk dan Playen 5 Agustus 2021 lalu. 

Pada saat itu, di KUA Patuk ada beberapa barang yang hilang diantaranya laptop, buku akta nikah sebanyak 168 buah, 122 lembar bangko surat nikah, 424 buah kartu nikah, dan duplikat buku nikah sebanyak 70 buah.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: