Digeruduk Masa, Oknum Guru Ngaji Cabul Akhirnya Diamankan Polisi

  • Bagikan

Wonosari (lensamedia.co)– Pihak berwajib akhirnya mengamankan G(36), oknum guru ngaji yang diduga melakukan tindakan asusila terhadap murid muridnya. G diamankan petugas berbareng dengan aksi penggerudukan oleh masa Padukuhan Karangasem, Kalurahan Mulo, Kapanewon Wonosari, Gunungkidul, Selasa malam(5/10/2021) sekitar pukul 08.30WIB.

Aksi masa ini dipicu oleh perasaan geram warga masyarakat dimana G yang sudah dilaporkan ke polisi, sampai Selasa(5/10/2021) masih bebas beraktivitas dan belum diproses secara hukum.

Kapolsek Wonosari AKBP Mugiman, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa pada Selasa (5/10/2021) malam, pihaknya memang menjemput G di rumahnya. Penjemputan tersebut adalah tindakan pengamanan karena warga memang menggeruduk rumah kediaman mertua G di mana terduga tinggal.

“Tindakan ini bukan penangkapan, kami hanya mengamankan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, karena banyaknya masa,”ujar dia, Rabu (6/10/2021).

Mugiman menambahkan bahwa penjemputan dilakukan karena sebelumnya terduga secara lisan meminta perlindungan kepada pihak berwajib, karena mendengar bahwa masa akan mendatangi rumahnya.

“Permintaan tersebut disampaikan secara lisan kepada ketua RT tempatnya dan diteruskan ke Mapolsek Wonosari, jadi kami segera mengambil tindakan, untuk antisipasi agar tidak terjadi hal hal yang melanggar hukum,” terang Kapolsek.

Kasus dugaan pencabulan tersebut kini sudah ditangani unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gunungkidul. Terduga berada di Mapolsek Wonosari sebagai titipan dari Polres Gunungkidul. Hari Polres Gunungkidul telah melakukan gelar perkara.

“Hari ini Polres sedang melakukan gelar perkara, untuk ketetapan status G, kami tidak mengetahuinya secara pasti. Karena yang berhak menetapkan status G apakah tersangka ataupun saksi adalah Polres Gunungkidul,” pungkas Kapolsek.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi Gunungkidul), Tommy Harahap mengatakan, kasus asusila yang dilakukan G karena beberapa faktor membuat perlakuan terhadap terduga memang agak berbeda.

“Korban/pelapor sudah berstatus dewasa, maka perlakuan hukumnya sedikit berbeda, lain hal jika korban adalah anak di bawah umur,” terang Tommy.

Pada kasus ini, polisi masih perlu pendalaman apakah aksi pencabulan yang dilakukan G itu didasari rasa suka sama suka.

“Kecuali ada unsur penipuan, atau perempuan yang jadi korban berstatus masih bersuami,” pungkasnya.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: