Desa Wisata Nglanggeran Raih The Best Tourism Villages 2021 dalam Ajang International UNWTO

  • Bagikan

Gunungkidul,(lensamedia.co)–Kabar membanggakan datang dari ajang UNWTO International. Pada gelaran adu keindahan desa desa wisata dari berbagai belahan dunia ini, Desa wisata Nglanggeran, Gunungkidul berhasil meraih The Best Tourism Villages 2021(UNWTO).

“Desa wisata Nglanggeran mewakili Indonesia, bersama dua desa wisata yang lain yaitu Desa Wisata Tetebatu Lombok Timur Nusa Tenggara Barat dan Desa Wae Rebo Manggarai Nusa Tenggara Timur,” terang Sumardamto Pramono, Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata Gunungkidul. Jumat(2/12/2021)

Di ajang ini, ketiga desa wisata wakil Indonesia beradu keindahan dengan desa desa wisata di berbagai belahan dunia. Saingannya pun cukup berat dan sudah terkenal secara global, antara lain Murcia (Cehegin), Spanyol; Alonissos, Westerb Samos, dan Soufli yang mewakili Yunani; serta desa wisata dari Asia Tenggara seperti Vietnam, Filipina, Thailand, Malaysia, Kamboja, dan masih banyak lagi.

Sudarmanto menyatakan, bahwa pihaknya bangga dan memberikan apresiasi sebesar besarnya kepada pengelola Desa Wisata Nglanggeran yang terus konsisten mengembangkan potensi dan bisa meraih prestasi di ajang Internasional ini.

“Lebih bangga lagi, karena Nglanggeran banyak dikelola oleh anak-anak muda,” lanjut dia lagi.

Dengan raihan ini, harapannya akan mampu menginspirasi desa-desa wisata lain di Gunungkidul untuk bisa lebih maksimal dalam menata dan mengembangkan potensi masing masing, yang nantinya tentu bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat secara lebih luas lagi.

“Kami berharap, anak anak muda di desa wisata yang lain, mampu berinovasi dengan modal alam serta kreatifitas mereka, sehingga pengelolaan desa wisata akan semakin baik,” lanjutnya.

Desa Wisata Nglanggeran berada Kapanewon Patuk, Gunungkidul, yang berada di Zona pegunungan utara, arau lebih dikenal sebagai Zona Batur Agung Utara. Gunung Api Purba sendiri menjadi salah satu Geo Park yang diakui dunia, yaitu Geopark Gunung Sewu.

“Pengunjung bisa melihat pemandangan utuh geosite, embung Nglanggeran, serta melihat keunikan Kampung Pitu. Yakni satu kampung yang hanya boleh diisi 7 keluarga,” lanjutnya lagi.

Masyarakat Desa Wisata Nglanggeran juga masih sangat menjaga kelestarian seni dan budaya yang mereka miliki, diantaranya Tarian Reog Nglanggeran, Gejoglesung, Jathilan, Kenduri, Karawitan, dan Festival Kirab Budaya.

“Untuk potensi ekonomi kreatif, ada kerajinan batik topeng, olahan spa, dan deretan kuliner yang lain, juga ada batik tulis motif gunung api purba dan cokelat, batik jumputan,serta batik eco print,” pungkas Sumardamto.

lensamedia
Penulis: Edi Padmo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: