Daya Beli Masyarakat Turun Drastis Selama PPKM Darurat

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Daya beli masyarakat di Kabupaten Gunungkidul turun drastis selama masa PPKM Darurat diterapkan. Hal tersebut berdampak pada penurunan omzet para pedangan di sejumlah pasar tradisional.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul, Johan Eko mengatakan, penurunan ini sangat terlihat ketika penerapan PPKM Darurat 3 Juli hingga 20 Juli dan perpanjangan hingga 2 Agustus 2021 ini. Adapun penurunan sendiri mencapai 50 sampai dengan 60 persen dibanding hari normal selama pandemi.

“Pedagang yang datang ke pasar pun ikut menurun sampai dengan 40 persen,” kata Johan, Senin, (02/08/2021).

Lebih lanjut dikatakan, selama penerapan PPKM darurat ini, para pedagang non pangan dan empon-empon menjadi yang paling terdampak. Seperti salah satunya penjual pakaian serta perabotan lainnya yang biasa menggelar lapak di pasar tradisional.

“Empon-empon masih lumayan, sembako juga, yang selain itu mengalami penurunan,” ucap Johan.

Disinggung mengenai langkah kedepan, Johan mengaku akan melihat kebijakan dari pemerintah pusat. Untuk saat ini pihaknya telah melakukan penyemprotan desinfektan serta penambahan sarana prokes di sejumlah pasar tradisional.

“Nunggu kebijakan PPKM (lanjut atau tidak). Saat ini kita lakukan penyemprotan destinfektan di area pasar,” terang dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: