u6Dacb.md.jpg

Cerita Petugas SAR yang Sibuk Makamkan Puluhan Jenazah saat Wisata di Gunungkidul Tutup

  • Bagikan

Girisubo,(lensamedia.co)–Petugas SAR di Kabupaten Gunungkidul identik dengan ketugasannya berjaga di kawasan wisata pantai. Mereka selalu siaga mengawasi wisatawan agar tidak menjadi korban keganasan laut. Bahkan harus melakukan evakuasi mayat yang menjadi korban keganasan laut. Namun pada masa pandemi covid-19, para petugas yang semula berbaju oranye itu kini harus mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) karena berurusan dengan pemulasaraan maupun pemakaman korban keganasan covid-19.

Diceritakan oleh koordinator SAR Satlinmas wilayah I, Sunu Handoko Bayu Sagara, sejak 3 Juli 2021 lalu ia bersama rekan-rekan satu tim mulai bergerak dalam membantu pemulasaraan jenazah maupun pemakaman pasien covid-19 yang meninggal dunia. Sampai dengan saat ini pihaknya mencatat ada puluhan permintaan bantuan masuk dari sejumlah wilayah.

“Permohonan masuk dari 03 Juli hingga hari ini ada 28 pemulasaran-penguburan dan 8 kali pemakaman kiriman dari RS. Di 3 Kapanewon yaitu Rongkop, Girisubo dan Tepus,” terang Sunu, Kamis (05/08/2021).

Ia mengatakan, dalam pelaksanaan tugas ini, pihaknya memiliki kendala pada masalah ketersediaan ambulance. Pasalnya, ambulance yang dimiliki belum sesuai standar bila digunakan untuk evakuasi pasien rujukan.

“Selama ini kami menggunakan ambulan espas bekas camat untuk membawa jenazah. Kendalanya banyak permohonan masuk terkait dengan warga isoman yang perlu dirujuk ke RS. Oleh karena itu kami perlu ambulance yang memang benar-benar standar ambulan, bukan mobil biasa yang dipaksakan menjadi ambulance,” terang Sunu.

Pada Kamis siang tadi, Tim SAR Satlinmas Wilayah I juga melakukan pemulasaraan dan pemakaman jenazah di wilayah Tlasih, Kalurahan Karangawen, Kapanewon Girisubo. Disana seorang lansia berusia 65 tajun, Tukinem ditemukan meninggal dunia di dalam rumah.

Diduga korban sendiri telah meninggal sejak 2 hari yang lalu. Pasalnya, dari jasadnya sudah mengeluarkan bau menyengat.

“Korban tinggal sendiri dirumah tidak memiliki riwayat sakit, aktifitas korban di rumah dan ke ladang. Dimungkinkan korban meninggal dunia sudah lebih dari 2 hari dilihat dari korban sudah mengeluarkan bau dan jasad mulai membengkak,” pungkas Sunu.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: