u6Dacb.md.jpg

Cerita Pekerja Sektor Pariwisata yang Alih Profesi untuk Bertahan Hidup, Jadi Buruh Bangunan Hingga Ternak Maggot

  • Bagikan

Semanu,(lensamedia.co)–Penutupan kawasan wisata selama PPKM darurat ini cukup membuat pelaku wisata terpuruk. Bahkan hal itu membuat sebagian besar dari mereka memilih mencari pekerjaan di sektor lain guna mencukupi kebutuhan sehari-hari. 

Diceritakan oleh Koordinator Pokdarwis Kalisuci Muslam Winarto, selama kebijakan penutupan destinasi wisata pihanya juga mengaku taat terhadap aturan tersebut. Puluhan orang yang sebelumnya terlibat dalam sektor ekonomi pariwisata di kawasan Kalisuci, di Padukuhan Jetih Wetan, Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu pun merasa sangat terpukul.

“Ada 40 an orang yang selama sebulan terakhir tidak dapat pemasukan. Mau tidak mau harus bekerja disektor lain agar kebutuhan dapur tetap bisa dipenuhi. Ada yang buruh bangunan, petani, yang penting halal, sembari menunggu wisata dibuka kembali,” kata Winarto.

Pandemi membuat awal 2020 lalu memukul sektor pariwisata. Berbulan-bulan mereka harus tutup, pertengahan tahun dilakukan uji coba pembukaan. Namun hasil yang didapatkan belum seperti sebelumnya. Jika sebelum pandemi, kawasan Kalisuci mendapatkan kunjungan rata-rata 100 orang perhari, saat uji coba hanya 15 sampai 20 pengunjung.

“Saat ini harus tutup lagi, pusing repot juga. Semoga ada pelonggaran lagi dan kembali bisa dikunjungi,” ucap WInarto.

Ia mengatakan, jika nantinya dibuka kembali, pihaknya harus bekerja ekstra untuk memperkenalkan kembali kawasan Kalisuci. Sehingga wisata minat khusus itu kembali dibanjiri wisata meski harus dengan penerapan prokes ketat.

“Kami rasa jika dibuka kembali cukup berat, mulai dari nol lagi. Kami juga tengah memikirkan inovasi agar pengunjung mau datang. Apakah nanti dibuat paket desa wisata dengan kawasan Telaga Jonge, dan Gua Jomblang kita juga belum tau,” ucap dia.

Sementara itu, Bidang Pemasaran Pokdarwis Gunung Api Purba Nglanggeran Heru Purwanto juga mengungkapkan hal yang tidak jauh berbeda. Sebagian pelaku wisata di kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran memilih untuk alih profesi.

“Ada yang usaha, kerja disektor lain. Kalau saya memelihara maggot mas,” ucap Heru. 

Ia menjelaskan, untuk Kawasan Gunung Api Purba Nglanggeran sendiri saat ini menampung 150 orang pekerja. Selain itu juga sektor usaha lain juga terdampak penutupan. Dia berharap semoga semakin membaik, dan bisa kembali normal lagi.

“Kami berharap kondisi kembali normal ekonomi kembali pulih,” jelas dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: