u6Dacb.md.jpg

Bupati Wajibkan Toko Waralaba Sediakan Tempat Khusus untuk Produk UMKM Gunungkidul

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul saat ini tengah fokus membangkitkan sektor Usaha Menengah, Kecil dan Mikro (UMKM) yang terdampak Pandemi covid-19. Salah satunya ialah dengan mendorong kuantitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dimana produk tersebut akan ditempatkan di waralaba dan supermarket yang berdiri di Bumi Handayani.

Bupati Gunungkidul, Sunaryanta dalam beberapa waktu terakhir ini berkeliling ke sejumlah rumah produksi UMKM. Disana dirinya mendengarkan langsung keluh kesah para pelaku usaha dimana produk mereka masih dipasarkan secara terbatas.

“Beberapa waktu lalu di rumah produksi olahan tepung mocaf dan produk jamu herbal. Mereka masih menjual produk mereka secara terbatas di komunitas-komunitas tertentu,” kata Sunaryanta.

Proses pembuatan mie dari tepung mocaf oleh pelaku UMKM

Ia mengatakan, mendengar keluhan tersebut dirinya memerintahkan Kepala Dinas Perindiustrian dan Perdagangan (Disperindag) untuk menjalin komunikasi dengan pengelola waralaba dan supermarket di Gunungkidul. Hal itu dimaksudkan agar mereka diwajibkan memberikan tempat bagi produk lokal dijual di gerai mereka.

“Saya perintahkan untuk menjalin komunikasi dengan waralaba jika mau membuka di Gunungkidul maka wajib untuk menjual produk lokal, jika sudah kendala apa yang dialami kita harus bantu para pelaku usaha ini agar mereka mendapatkan tempat,” tandas dia.

Sementara itu, Kepala Disperindag Gunungkidul, Johan Eko mengatakan hal tersebut sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Bahkan sejumlah supermarket telah memberikan spot khusus untuk produk lokal Gunungkidul.

“Seperti di Pamela itu sudah ada tempat khusus untuk menjual produk lokal di Gunungkidul, tapi untuk waralaba mereka belum mau menerima karena mereka punya standar khusus produk baik secara kualitas maupun kuantitas,” terang dia.

Selama ini, kendala yang dihadapi ialah terkait dengan standar produk. Pihaknya pun mendorong pelaku usaha dengan memberikan pendampingan agar kwalitas produk mereka lolos untuk dipasarkan di waralaba.

“Seperti standar halal, pengemasan dan yang paling penting adalah kontinuitas, dimana mereka mampu terus memproduksi. Ini yang selama ini menjadi kendala, mereka kadang membuat kadang tidak,” terang dia.

Adapun masalah lain yang dihadapi ialah keterbatasan bahan baku yang ada di Gunungkidul. Sehingga produk mereka kesulitan untuk terus berproduksi.

“Ini kita dorong terus solusi juga kita berikan semoga nanti kedepan akan lebih baik,” pungkas dia.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: