Bupati Keluarkan Surat Edaran, Begini Paduan Penyembelihan Hewan Kurban di Masa PPKM Darurat

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Bupati Gunungkidul, Sunaryanta mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang paduan penyelenggaraan peribadatan hari raya Idul Adha dan pelaksanaan qurban tahun 1442 Hijriyah/2021 Masehi. Di dalam surat tersebut tertuang imbauan untuk melaksanakan sholat takbir di rumah masing-masing serta pengetatan protokol kesehatan dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Sunaryanta mengatakan, terkait dengan penyelenggaraan malam takbiran di masjid atau mushola yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan lakui keliling untuk ditiadakan. Masyarakat diimbau untuk mengadakan kegiatan takbiran di rumah masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.

“Untuk Shalat Hari Raya Idul Adha di tempat terbuka lain yang berpotensi menimbulkan kerumunan, ditiadakan. Masyarakat agar mengadakan kegiatan sholat idul adha di rumah masing-masing dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” ucap Sunaryanta, Jumat (09/07/2021).

Ia menambahkan, terkait dengan pelaksanaan kurban, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan sesuai syariat Islam, termasuk kriteria hewan yang disembelih. Kemudian Untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban, penyembelihan hewan dilaksanakan dalam waktu 4 hari.

“Bisa dilakukan pada tanggal 10, 11, 12 dan 13 Dzulhijjah atau saat hari Raya Idul Adha dan hari Tasyriq,” jelas dia.

Untuk pemotongan hewan qurban dilakukan di Rumah Pemotongan Hewan Ruminasia (RPH-R) atau tempat lain yang sudah dipersiapkan khusus oleh panitia penyelenggara. Dalam hal pemotongan hewan kurban dilakukan di tempat yang dipersiapkan oleh panitia penyelenggara dengan ketentuan penerapan prokes ketat.

“Penerapan jaga jarak fisik (physical distancing), pemotongan hewan kurban di area yang luas sehingga memungkinkan diterapkannya jaga jarak fisik. Untuk menghindari kerumunan, penyembelihan hewan qurban tidak dilakukan secara tersentral di satu tempat,” jelas dia.

Untuk jumlah personil dalam satu lokasi penyembelihan hewan kurban sendiri dalam aturan tersebut maksimal 20 orang termasuk shohibul qurban. Sementara penyelenggara diharapka. melarang kehadiran pihak-pihak selain petugas pemotongan hewan kurban dan shohibul qurban.

“Untuk pelaksana penyembelihan hewan kurban wajib menerapkan jaga jarak fisik antar petugas pada saat melakukan pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengerasan daging,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan, untuk pendistribusian daging hewan kurban dilakukan oleh petugas dengan diantarkan langsung ke tempat tinggal warga penerima. Petugas yang mendistribusikan daging kurban diwajibkan mengenakan masker rangkap dan sarung tangan untuk menghindari kontak fisik langsung dengan penerima.

“Sekali lagi kami tekankan penerapan protokol kesehatan dan kebersihan petugas dan pihak yang berkurban. Pemeriksaan kesehatan awal yaitu melakukan pengukuran suhu tubuh petugas dan pihak yang berkurban di setiap pintu masuk tempat penyembelihan dengan alat pengukur suhu tubuh (thermogun),” terang dia.

Kemudian untuk petugas yang menangani penyembelihan, pengulitan, pencacahan
daging, tulang, serta jeroan harus dibedakan. Setiap petugas yang petugas yang ada di lokasi harus menggunakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung langan selama di area penyembelihan.

“Penyelenggara hendaklah selalu mengedukasi para petugas agar tidak menyentuh mata, hidung, mulut, dan telinga, serta sering mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer. Petugas menghindari berjabat tangan atau kontak langsung, serta memperhatikan etika batuk, bersin atau meludah,” kata dia.

Terkait dengan peralatan, petugas diharapkan melakukan pembersihan dan disinfeksi seluruh peralatan sebelum sesudah digunakan. Selain itu petugas juga diharapkan membersihkan area dan peralatan setelah seluruh prosesi penyembelihan selesai dilaksanakan.

“Untuk alat kita harapakan menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika pada kondisi tertentu seorang petugas harus menggunakan alat lain, maka harus dilakukan disinfeksi sebelum digunakan,” pungkas dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: