u6Dacb.md.jpg

Bupati Berhentikan Sementara Oknum PNS yang Jadi Dalang Kasus Penggelapan Mobil

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengambil keputusan tegas terhadap oknum PNS yang bekerja di Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) berinisila AR. Penyuluh pertanian tersebut saat ini diberhentikan sementara karena menjadi dalang tindak pidana penipuan atau penggelapan kendaraan jenis Avanza. Bahkan ia terancam dihentikan secara tidak hormat jika putusan pengadilan lebih dari 2 tahun penjara.

Subbidang Status dan Kedudukan Kepegawaian, Bidang Status, Kinerja, dan Kesejahteraan Pegawai, Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Gunungkidul, Sunawan mengatakan, pasca penetapan tersangka terhadap AR, Bupati Gunungkidul, Sunaryanta langsung memberhentikan sementara pegawai tersebut. Saat ini pemerintah telah menyerahkan sepenuhnya kasus itu kepada penegak hukum.

“Diberhentikan sementara oleh bupati sehak ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 10 Agustus 2021,” kata Sunawan, Jumat (10/09/2021).

Disinggung mengenai kepastian sanksi yang akan di terima AR, pihaknya masih menunggu putusan pengadilan. Jika nantinya hukuman lebih dari 2 tahun penjara makan akan diberhentikan secara tidak hormat.

“Msih menunggu putusan hukum yang tetap,” ucapnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, seeprti diungkapkan oleh Kanit Pidana Khusus Satreskrim Polres Gunungkidul, Ipda Ibnu Ali Puji Hartono kejadian bermula pada Desember lalu, AR merental sebuah mobil di wilayah patuk. Kemudian ia gadaikan ke HP warga Piyaman, Kapanewon Wonosari. Selang beberapa hari, AR kembali menghubungi HP lagi untuk ketemuan.

Saat bertemu pada 21 Desember 2020, AR meminjam mobil tersebut dengan alasan mau menggunakan mobil jenis Avanza tersebut untuk mengantarkan periksa. Mobil kemudian dibawa oleh AR akan tetapi mobil tersebut justru tidak dikembalikan lagi ke HP padahal uangnya masih belum dikembalikan.

Sadar menjadi korban penipuan HP kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polres Gunungkidul, kemudian melakukan penyelidikan dan pengumpulan keterangan dari korban serta saksi.

“Digadai 25 juta uangnya digunakan pelaku untuk membayar utang,” ucap Ipda Ibnu Ali Puji.

Adapun selama beberapa bulan AR menghilang dari rumahnya. Petugas sudah berusaha mencari keberadaan pelaku di sejumlah lokasi namun tidak ditemukan, pada saat itu petugas juga melakukan penyelidikan di Madurejo, Prambanan di rumah mertuanya akan tetapi tidak ditemukan juga.

“Tanggal 10 Agustus kita mendapatkan informasi jika yang bersabgkutan berada di Bunder. Kita lakukan pencarian sejak jam 09.00 WIB sampai jam 17.30 WIB pelaku baru berhasil kami amankan,” ucap dia.

Pada saat itu, pelaku sempat bersembunyi dari petugas. Rumahnya terkunci rapat dan dia bersembunyi di kamar mandi bersama istrinya, namun kemudoan berhasil ditangkap tanpa adanya perlawanan.

“Dikenakan pasal 378 KUHP atau 372 KUHP drngan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tutup Ibnu.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: