BPK Temukan Kerugian Negara Ratusan Juta pada Proyek Relokasi SMPN 3 Saptosari

  • Bagikan

Saptosari,(lensamedia.co)–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mendapat temuan kerugian negara sebesar Rp 251 juta pada proyek relokasi gedung SMP Negeri 3 Saptosari yang diselesaikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul. Sehingga kontraktor wajib menggembalikan uang senilai miliaran tersebut kepada negara.

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Rekonstruksi, BPBD Gunungkidul, Handoko mengatakan, pada proyek relokasi pembangunan SMPN 3 Saptosari ini memang ada temuan kerugian negara sebesar 251 juta rupiah. Adapun temuan tersebut yakni pada kurangnya volume talud yang tidak sesuai perencanaan dan terdapat kerusakan.

“Temuan BPK itu karena ada ketidak sesuaian, dan dihitung nilainya mencapai Rp 251 juta. Tapi sudah dikembalikan oleh kontraktor (kerugian negara),” jelas Handoko.

Lebih lanjut dikatakan, meski terdapat kerugian negara senilai ratusan juta, Handoko menyebut hal itu masih tergolong kecil. Pasalnya, nilai proyek sendiri mencapai Rp 8,6 miliar.

Handoko menjelaskan, pembangunan relokasi gedung sendiri bermula adanya dampak badai cempaka pada 2017 lalu. Namun saat itu terdapat perubahan lokasi yanh semula di pinggir jalan lantas di pindah ke lokasi lain.

“Saat akan eksekusi pembebasan lahan ada perubahan. Karena pemilik lahan menaikan harga tanah dari yang semula Rp 100 ribu per meter jadi sekitar Rp 250 ribu permeter. Jadi kita alihkan ke lahan sekitar 500 meter dari lokasi awal,” bebernya.

Oleh karena itu, tim lantas mengambil opsi lain dengan pengerukan bukit dengan anggaran Rp 150 juta. Namun pada kenyataanya, anggaran membengkak mencapai lebih dari Rp 1 miliar.

“Kalau saat ini sudah selesai, hanya ada yang kurang yakni laboratorium IPA,” ucap dia.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kiswara mengatakan pihaknya akan melajutkan pembangunan. Sebagai contohnya pengaman di lantai 2, ruang yang masih belum ada, dan pembenahan-pembenahan lainnya.

“Mungkun akan dianggarkan di tahun 2023, karena kemarin belum bisa usulkan. Seakarang dana pemerintah masih terkonsentrasikan di covid19,” ucap Kiswara.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: