BPBD Sebut Dropping Air Bersih Tahun Ini Meningkat

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menyebut dropping air pada tahun 2021 ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga saat ini, masih ada sejumlah wilayah yang warganya mengalami krisis air. Hal ini dikarenakan musim kemarau lebih panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, pada tahun 2020 lalu, tangki air yang disalurkan hanya separuh dari kuota yang tersedia. Hal itu dikarenakam musim kemarau terbilang lebih pendek.

“Sebagai contoh, di 2020 lalu dropping air bersih dilakukan mulai akhir Juli hingga awal Oktober. Hanya separuh dari total kuota, hanya 1.000 lebih sedikit,” kata Edy.

Sedangkan untuk tahun ini, dropping air sudah dilakukan sejak awal Juli dan masih berlangsung hingga kini. Tercatat sampai saat ini, pihaknya sudah menyalurkan hampir 1.700 tangki.

“Jumlah itu dari kuota 2.200 tangki air yang disediakan,” ujarnya.

Pun demikian, Edy menyebut krisis air tahun ini tidak separah periode 2018-2019. Adapun pihaknya memperkirakan krisis air bersih kali ini bisa berlangsung hingga Oktober nanti. Menurutnya, sejumlah kapanewon tambahan diperkirakan akan turut mengajukan permohonan dropping air jika hujan belum juga turun. Antara lain sebagian Ngawen, Semin, dan Nglipar.

“Tiap hari kami salurkan 20 tangki air ke lokasi sasaran,” kata Edy.

Sementara itu, Panewu Tanjungsari, Rakhmadian Wijayanto mengatakan, sampai saat ini wilayahnya masih membutuhkan dropping air bersih. Adapun yang terdampak berada di seluruh 5 kalurahan.

“Terutama pedukuhan yang berada di dataran tinggi,” jelas Rakhmadian.

Ia mengatakan pihaknya menangani dropping air bersih untuk 4 kalurahan menggunakan anggaran yang ada. Sedangkan 1 kalurahan lainnya dibantu BPBD Gunungkidul.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: