BPBD Gunungkidul Stop Dropping Air

  • Bagikan

Wonosari, (lensamedia.co)– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul menghentikan dropping air bersih ke masyarakat mulai awal November 2021. Hal ini dilakukan menlihat curah hujan di Bumi Handayani yang kian merata.

Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki menyampaikan keputusan tersebut diambil pada awal November ini. Ia tak menampik beberapa wilayah yang sempat mengajukan permohonan dropping air.

“Ada permohonan kemarin, tapi tetap kami stop karena curah hujan mulai merata,” kata Edy pada Senin (08/11/2021).

Selain karena curah hujan yang kian merata, penghentian dropping air sendiri dilakukan untuk mengantisipasi penyalahgunaan bantuan pemerintah. Lebih jelas, Edi menyebut bahwa bisa saja terjadi, penerima air sengaja menimbun untuk digunakan sendiri.

“Kalau tetap kami lakukan (dropping air), nanti warga akan menyimpannya di penampungan sendiri,” jelasnya.

BPBD Gunungkidul sebelumnya sempat mengeluarkan opsi menggunakan anggaran Belanja Tak Terduga (BTT). Opsi tersebut diambil mengingat anggaran dropping air bersih sudah habis, sedangkan saat itu hujan belum merata.

Sementara untuk saat ini, BPBD lebih fokus terhadap antisipasi dampak bencana alam. Pasalnya, hujan yang kian merata juga berdampak pada meningkatnya risiko bencana.

“Kami harus lebih siap untuk menghadapi curah hujan yang lebih tinggi menurut prediksi BMKG,” kata Edy.

Sementara itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Sapto Wibowo mengatakan relawan Tim Reaksi Cepat (TRC) tetap disiagakan selama musim penghujan ini. Adapun mereka sebelumnya membantu proses dropping air bersih.

“Kesiapsiagaan kini lebih diarahkan untuk penanganan dampak bencana hidrometeorologi,” ucap dia.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: