u6Dacb.md.jpg

BPBD Bingung, Proyek Talut Baron Lanjut atau Putus

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)– Meski masa perpanjangan pengerjaan talut Pantai Baron telah berakhir, namun hingga saat ini belum menemukan titik terang antara di lanjut atau putus kontrak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul selaku pelaksana proyek masih belum menemukan solusi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) talud Baron, Handoko mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum dapat menyimpulkan antara putus atau lanjut kontrak dengan rekanan. Kendati begitu, dirinya mengaku setelah masa perpanjangan selsai pihaknya terus menggelar rapat.

“Masalahnya kalau tidak hati-hati jadi bumerang bagi saya dan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul,” kata Handoko beberapa waktu lalu.

Pun demikian ketika dikonformasi pada Senin (23/08/2021) siang, pihaknya juga belum menemukan solusi mengemai masalah talut Pantai Baron. Dirinya beralasan, sampai saat ini masih mencoba mencari solusi agar dirinya tidak salah dalam mengambil keputusan. Sebab dirinya khawatir jika nantinya diperdatakan oleh rekanan berkait dengan kontrak pengerjaan proyek.

“Belum, maaf permasalahnnya itu tidak hanya sekedar mutus gitu, tapi permasalahnnya sangat kompleks, saling mengkait,” kata dia.

Ia menjelaskan, dalam pengambilan keputusan ini memiliki mekanisme serta prosedur yang harus dilalui.

“Ada mekanisme prosedur yang harus dilalui, dan pertimbangan yang matang karena akan berdampak pada hukum,” kata dia.

Secara aturan, lanjut Handoko pengerjaan proyek tersebut masih bisa dikerjakan oleh rekanan yang sama. Artinya, pihaknya bisa kembali memlanjutkan proyek tanpa harus putus kontrak.

“Secara aturan bisa lanjut, tapi memerlukan syarat yang harus disertakan,” kata dia.

Nantinya apa bila dilanjut, rekanan akan dikenakan denda. Namun ketika disinggung mengenai apakah rekanan sudah diberikan sanksi denda terkait masa perpanjangan, ia mengaku pegel.

“Denda dikenakan apabila lanjut, kalau kmrin perpanjangn itu jelas diaturan tidak ada denda. kalau ini lanjut itu kena denda, seperti tertuang di perpres 16 th 18 dan perlem lkpp 12 th 21,” jawab dia.

Sebagaimana diketahui, proyek pengerjaan talud Baron senilai Rp 2,8 miliar seharusnya selesai pada 27 Juni 2021. Namu lantaran belum selesai diberi waktu tambahan pengerjaan 50 hari.

Kendati begitu, sampai saat ini proyek juga tak kunjung rampung. Baru sekitar 40% persen proyek dapat diselesaikan.

u6Dacb.md.jpg
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: