Belasan Santri di Karangmojo Terpapar Covid-19

  • Bagikan

Karangmojo,(lensamedia.co)–Belasan santri sebuah pondok pesantren di Kapanewon Karangmojo terdeteksi terpapar Covid-19. Dalam tracing yang dilakukan, pada Rabu (14/10/2021), tercatat 17 santri dinyatakan positif. Dinas Kesehatan Gunungkidul akhirnya menetapkan penularan di pondok ini sebagai klaster baru.

Kepala Dinas Kesehatan, Dewi Irawaty menyampaikan bahwa dalam sehari ada 18 penambahan kasus, 17 diantaranya terjadi di sebuah pondok pesantren.

“Kemarin sempat melandai, dimana jumlah penambahan kasus baru covid19 di Gunungkidul selalu di bawah 7 kasus, dan di hari Rabu kemarin memang terjadi lonjakan. Penyebabnya karena ditemukan klaster baru di sebuah pondok pesantren,” terang Dewi,Kamis(15/10/2021).

Dewi menyebut, ada 17 santri yang terpapar covid19 di lingkungan pondok pesantren, kendati kemungkinan masih bisa bertambah, karena sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya tracing

Dihubungi secara terpisah, Kepala Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Gunungkidul, Syaban Nuroni membenarkan adanya penularan kasus covid19 di lingkungan pondok pesantren.

“Penularan terjadi di Pondok Pesantren An Nur, Padukuhan Srimpi, Kalurahan Karangmojo Kapanewon Karangmojo, sementara yang saya dengar ada 15 santri yang positif, belum tahu ada tambahan lagi atau tidak,” terang Sya’ban, Kamis(14/10/2021).

Lebih lanjut Sya’ban menyatakan, bahwa secara rinci dirinya belum mengetahui kronologi penularan ini. Kendati demikian ia menyatakan bahwa belasan santri yang terpapar kini telah melakukan karantina dengan menempati ruang tersendiri di Pondok Pesantren tersebut.

“Untuk Upaya sterilisasi lingkungan pondok juga sudah dilaksanakan untuk mencegah tertularnya santri lain,” lanjut Syakban.

Syakban menyatakan bahwa pihaknya sebelumnya sudah memastikan, bahwa pihak pondok pesantren telah menjalankan prosedur yang benar terkait dengan penyambutan santri yang baru datang dari rumahnya.

“Prosedurnya, santri yang baru datang tidak diperkenankan langsung berkumpul dengan teman-temannya tetapi harus menjalani karantina selama 14 Hari terlebih dahulu, di samping itu harus membawa surat keterangan dari tempat tinggalnya yang menyatakan dirinya bebas covid-19,” imbuhnya lagi.

Lebih lanjut Syakban memang mendapati beberapa catatan, bahwa di lingkungan pondok pesantren An-Nur Srimpi Karangmojo, santri bebas keluar masuk dan bebas berinteraksi dengan warga sekitar.

“Ini akan menjadi evaluasi kami selanjutnya,” pungkas Syakban.

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: