Bantah Analisa Disdikpora, Dinkes Sebut Klaster Paskibra Muncul saat Karantina

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Pernyataan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Gunungkidul mengenai penularan virus covid-19 di lingkup anggota Paskibra karena adanya euforia pasca penurunan bendera dibantah dengan tegas oleh Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty. Dinkes menyebut, penularan kemungkinan terjadi saat di lokasi karantina.

“Bukan gitu dong, gejala Covid tidak timbul tiba-tiba. Bisa tanpa gejala. Gejala yang timbul pas bersamaan selesai tugas, itu kebetulan,” kata Dewi Irawaty ketika disingung mengenai pernyataan Disdikpora yang menyebut penularan terjadi pasca penurunan bendera.

Ia menjelaskan, kemungkinan penularan sendiri terjadi di saat masa karantina. Selain itu juga dimungkinkan penularan saat para pasukan pengibar bendera itu saat latihan.

“Bisa begitu, bisa juga saat latihan, bisa dari orang yang melayani dan masuk keluar dari wilayah karantina,” kata dia.

“Jelas bukan saat bertugas hari H. Tapi sudah terjadi sebelumnya,” tandas Dewi.

Dewi sedikit menjelaskan, pihaknya sebenarnya juga terlibat dalam pengecekan kesehatan para anggota Paskibra. Namun hal itu dilakukan saat sebelum masuk karantina

“Sebelum karantina dicek dan diswab juga. Kalau sebelum bertugas coba tanya Dikpora, saya tidak langsung mengikuti,” terang dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan keprihatinan yang mendalam mengingat Paskib merupakan kebanggaan pemerintah dan juga calon penerus bangsa. Menanggapi kasus tersebut, ia mengatakan saat ini tracing dan treatmen harus secara detail dilakukan. Sehingga menahan penyebaran yang lebih luas.

“Dinas Kesehatan,RSUD, Dikpora untuk koordinasi secara khusus mendetail dan serius jangan sampai ada salah satu anggota Paskib menjadi korban wabah,” beber dia.

Ia secara langsung terlihat lebih lunak dalam menanggapi kasus ini. Namun dirinya mengaku akan melakukan klarifikasi terhadap pihak terkait untuk mengetahui fakta sebenarnya.

“Saya akan klarifikasi kepada yang membidangi. Ini butuh perhatian serius,” kata dia.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Plt Disdikpora Gunungkidul, Ali Ridlo menyebut terjadinya penularan sendiri terjadk usai penurunan bendera merah putih. Usai dilakukan penurunan bendera, terjadi euforia yang berlebihan dari para anggota. Diduga disana terjadi pelanggaran prokes sehingga terjadi penularan.

“Setelah penurunan itu ada euforia mungkin saking senangnya acara selesai. Sehingga disana terjadi penularan,” kata dia.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: