Atlet Cabor Angkat Berat Dari Gunungkidul Kembali Pecahkan Rekor Nasional

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Prestasi para atlet dari Gunungkidul yang tergabung dalam kontingen DIY di event Pekan Paralimpiade Nasional(Peparnas) XVI di Papua semakin membanggakan.

Setelah sebelumnya, Sutiayah(39), atlet Cabor Angkat Berat putri berhasil meraih medali emas, sekaligus memecahkan rekor nasional, kali ini atlet putra Untung Subagyo (45) juga berhasil memecahkan rekor nasional sekaligus mempersembahkan medali emas di Cabor yang sama.

Untung Subagyo adalah atlet asli Gunungkidul yang tergabung dalam Kontingen DIY. Untung adalah warga Padukuhan Siyono Kulon, Kalurahan Logandeng, Kapanewon Playen, Gunungkidul.

Dihubungi lewat telepon, Untung mengungkapkan kegembiraan yang luar biasa atas prestasinya ini. Saat ini dirinya masih berada di Papua, sembari menemani 3 atlet angkat berat yang lain yang masih akan bertanding.

“Alhamdulillah, saya merasa sangat bersyukur, prestasi ini tak lepas dari dukungan dan doa semua pihak, terutama istri dan anak anak saya,” ujarnya senang.

Untung meraih medali emas sekaligus memecahkan rekor Nasional pada kelas 65kg, dengan berat angkatan 153kg. Pria dua anak ini mengaku sangat bangga bisa membawa nama Gunungkidul, dan Kontingen DIY berkibar di kancah event Nasional.

“Pertandingan tadi sangat menegangkan, semua lawan mempunyai kemampuan yang bagus, terutama dari Kalimantan Barat, Jawa Barat dan tuan rumah Papua,” lanjutnya.

Dengan persiapan berlatih keras, dan kepercayaan diri yang tinggi, akhirnya Untung mampu mengeluarkan kemampuan terbaiknya, dan meraih prestasi di ajang paling bergengsi tingkat Nasional ini.

Dia mengaku Cabor Angkat Berat ini sudah puluhan tahun dia tekuni. Bahkan di rumahnya dia mempunyai sasana latihan, dimana siapapun yang berminat dalam olah raga ini bisa berlatih bersama.

“Saya memulai menekuni olah raga Angkat Berat sejak tahun 2008,” lanjutnya.

Sejumlah prestasi baik tingkat daerah maupun Nasional telah dia raih yaitu diantaranya medali Perunggu Porcanas 2008, medali Emas dan Pemecah Rekor Nasional di Kelas 65.5 Kg, tahun 2016 di Peparnas Bandung berhasil menyabet medali Perak di kelas 72 Kg.

Di Kejurnas 2017 yang diselenggarakan di Bandung Untung juga berhasil meraih medali emas di Kelas 72 Kg, dan pada Peparnas Papua 2021 ini, Untung kembali menjadi Pemecah Rekor Nasional, sekaligus meraih medali Emas di Kelas 65 Kg dengan angkatan 153 Kg.

“Kuncinya berlatih dan terus berlatih, semangat dan jangan pernah menyerah,” kata Untung menjelaskan kiat kiat meraih prestasinya.

Lebih lanjut Untung menyatakan, bahwa prestasi yang dia raih ini semoga bisa menginspirasi teman teman disabilitas yang lainnya, sehingga memacu semangat mereka dalam hal apapun untuk meraih prestasi terbaik.

“Dengan kekurangan fisik, jangan sampai kita menyerah, perjuangan yang sungguh sungguh tentu akan mendapatkan hasil terbaik,” pesannya.

Saat ini, Untung masih di Papua, dia masih harus menemani dan mengawal 3 Atlit angkat berat dari kontingen DIY yang belum bertanding.

“Saya memang menjadi pelatih bayangan untuk 10 atlit Angkat Berat NPC DIY,” pungkasnya. (Ep)

u6Dacb.md.jpg"
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: