Angka Kematian Akibat Covid-19 di Gunungkidul Nyaris Sentuh Angka 5 Persen

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dalam satu pekan terakhir, lonjakan kasus covid-19 di Gunungkidul melambung tinggi. Hal tersebut dikarenakan munculnya sejumlah klaster anyar. Selain itu, dalam beberapa hari ini sejumlah pasien trkonfirmasi positif yang meninggal juga mengalami kenaikan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, angka kematian di Gunungkidul tergolong tinggi. Capaian angka kematian di Gunungkidul tersebut telah menyentuh sekitar 4,7 hingga 5 persen.

“Dua hari Jumat dan Sabtu kemarin ada 8 orang meninggal dunia terkonfirmasi positif covid. Total kasus meninggal sampai saat ini 169 dari 3.564 kasus yang terjadi,” ungkap Dewi.

Ledakan kasus beberapa waktu terakhir ini berasal dari sejumlah klaster yakni klaster tahlilan, klaster pabrik tas, klaster ponpes di wilayah Playen, klaster hajatan dan keluarga di Panggang. Tak hanya itu saja, di Karangmojo ada klaster tunangan, lalu yang terbaru ada klaster Rasulan di Tanjungsari.

“Sampai Sabtu (12/06/2021) kemarin ada 493 pasien saat ini dalam perawatan,” kata dia.

Terpisah, sebelumnya Bupati Gunungkidul menyebutkan, terkait lonjakan kasus belakangan ini berkaitan dengan kepatuhan warga masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan (Prokes) COVID-19 mulai menurun.

“Kepatuhan prokes menurun. Warga merasa seakan-akan sudah tidak ada COVID-19,” ujar bupati.

Pihaknya yakin, masyarakat tahu mengenai prinsip-prinsip pelaksanaan Prokes. Akan tetapi masih saja ada yang lengah.
Dengan masih adanya ancaman COVID-19, pihaknya meminta warga untuk tetap menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dalam kehidupan sehari-hari.

Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty Memberikan Penjelasan Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Gunungkidul
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: