Angka DBD di Gunungkidul Melonjak, Akhir November Capai 85 Kasus

  • Bagikan

Wonosari,(lensamedia.co)–Dengan datangnya musim penghujan, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Gunungkidul mulai meningkat. Kendati belum sebanyak tahun lalu sampai bulan November 2021 ini, tercatat sudah ada 85 pasien DBD.

“Dalam tiga bulan terakhir ini ada 41 kasus, terbanyak bulan Oktober kemarin, yaitu 23 kasus,” terang Dewi Irawaty, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Selasa(30/11/2021).

Untuk keseluruhan dari awal tahun, Dewi menyebut telah masuk laporan 85 kasus. Angka ini mengalami penurunan yang cukup besar dibanding tahun lalu yang 970 kasus sampai akhir tahun.

“Dari 85 kasus, untuk tahun ini, tercatat nol kematian,” imbuh Dewi.

Dewi melanjutkan, peningkatan kasus DBD memang biasa terjadi disaat musim penghujan tiba. Hal ini dipengaruhi rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kepadatan penduduk terutama di wilayah perkotaan.

“Penduduk yang padat, terutama di wilayah perkotaan, seperti Wonosari, Karangmojo dan Playen membuat virus dari nyamuk tersebut gampang menulari manusia,” lanjutnya.

Solusi dari hal ini menurut Dewi yaitu dengan menjaga kebersihan lingkungan, rutin membersihkan bak penampungan air dan memberantas jentik jentik nyamuk di penampungan air di tempat tempat bekas barang yang sudah tidak digunakan.

“Masyarakat harus aktif menerapkan metode 3 M yaitu mengubur, menimbun dan menguras,” imbuhnya.

Sampai saat ini, Dewi menyatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan penyuluhan penyuluhan dan sosialisasi program Jumantik(Juru Pemantau Jentik). Jumantik ini bagusnya memang ada di setiap rumah. Peran serta tanggung jawab pemangku wilayah, baik Desa, Dusun, RT dan RW, menjadi sangat penting untuk antisipasi penyakit yang bersumber dari nyamuk ini.

“Selain antisipasi di tingkat masyarakat, kami juga telah memastikan terpenuhinya fasilitas kesehatan serta obat-obatan apabila ada masyarakat yang mengalami DBD, sehingga bisa segera ditangani dengan baik,” pungkasnya.

Penulis: Edi Padmo
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: