Angka Bayi Stunting di Bejiharjo Tinggi, Lima Posyandu Satelit Didirikan

  • Bagikan

Karangmojo, (lensamedia.co)– Bayi Stunting adalah bayi yang tumbuh kembang fisiknya mengalami masalah. Akhir akhir Stunting menjadi perhatian utama pemerintah. Bahkan penanganan Stunting menjadi salah satu daei 5 fokus kesehatan Nasional. Hal ini dianggap penting, karena berkaitan dengan kualitas generasi penerus.

Di Kalurahan Bejiharjo, Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, kasus bayi Stunting tergolong tinggi. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan didirikannya Posyandu Satelit di kalurahan setempat.

“Sebanyak 25 persen dari seluruh Balita di Bejiharjo mengalami Stunting,” terang Kepala Puskesmas Karangmojo II, Purwanti SKM. MM., beberapa waktu lalu dalam acara peresmian Posyandu Satelit di Padukuhan Grogol 4.

Purwanti merinci, pihaknya mencatat ada1000-an balita di Bejiharjo. 25 persen darinya, ukuran fisiknya, diantaranya tinggi badan bayi tidak sesuai dengan anak normal yang seusia.

Purwanti menyebut, permasalahan kesehatan tersebut menjadi salah satu latar belakang didirikannya Posyandu Satelit.

“Ada 5 titik Posyandu Satelit di Bejiharjo, Posyandu Satelit mempunyai peran untuk membantu Posyandu padukuhan dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan kesehatan ibu hamil. Jika balita tidak sempat mengikuti penimbangan di posyandu padukuhan, sewaktu-waktu bisa datang ke Posyandu Satelit,” terang Purwanti panjang lebar.

Lebih lanjut, Purwanti menyatakan, keberadaan Posyandu Satelit ini diharapkan dapat meningkatkan tingkat kunjungan bayi mengikuti penimbangan dan pemantauan kesehatannya.

“Selama ini memang tingkat kunjungan tidak sesuai dengan jumlah balita yang ada,” imbuhnya.

Dia merinci, dari 25 persen balita yang mengalami stunting, 15 persennya memiliki ukuran dengan kategori sangat pendek atau kecil dari ukuran normal.

Di Posyandu Satelit, selain disediakan layanan pemantauan kesehatan balita dan ibu hamil, kader kalurahan dan dusun juga dibekali kemampuan yang dapat memberikan layanan bagi lansia dan Keluarga Berencana.

Guna mendukung program ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul juga memberikan pendampingan yang mendukung perbaikan gizi bayi dan ibu hamil melalui pemanfaatan pekarangan dengan budidaya lele dan sayuran.

“Ada angka penurunan stunting sejak Program ini berjalan, yaitu dari angka 25 persen balita turun menjadi 21 persen,” imbuh Purwanti.

Sementara itu Panewu Karangmojo, Marwata Hadi menyambut baik dengan kehadiran Posyandu Satelit Manunggal Sehat di Grogol 4. Pihaknya mengajak semua pihak terlibat dalam penanganan stunting.

“Ini program fokus Nasional, agar kualitas generasi bangsa lebih sehat dan unggul,” harap dia.

Terpisah, Kepala Dinkes Gunungkidul, Dewi Irawaty mengungkapkan, data stunting tahun ini belum bisa terakumulasi secara keseluruhan. Yang jelas sasaran yang diukur menurun karena Pandemi COVID-19.

“Untuk tahun lalu, kami mencatat jumlah stunting di Gunungkidul mencapai 5.390 balita,” terang Dewi.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: