Ambrol, Atap Gedung SD Beji Ditutup Dengan Terpal

  • Bagikan

Patuk,(lensamedia.co) — Pemandangan memprihatinkan terlihat di gedung SD Beji, Kapanewon Patuk, Gunungkidul. Ditengah aktivitas PTM yang sudah dimulai setelah hampir dua tahun dihentikan, dua ruang di sekolah tersebut plafonnya lapuk dan ambrol sehingga membahayakan siswa atau guru yang berada di ruangan.

Ambrolnya plafon ruangan ini, disebabkan oleh rusaknya genteng bagian atas, sehingga air hujan bocor dan mengenai plafon. Untuk meminimalisir hal ini, tampak sebagian gedung sekolah tersebut di bagian atap ditutup dengan terpal.

“Ada dua ruang yang plafonnya ambrol, yaitu ruang guru dan ruang kelas VI,” terang Jumariyah Kepala Sekolah SD Beji Selasa(12/1/2022).

Akibat hal ini, menurut Jumariyah, jika turun hujan maka air akan masuk ke dalam ruangan sehingga mengganggu kegiatan pembelajaran di ruang kelas serta aktivitas di ruang guru.

Antisipasi sementara sudah dilakukan oleh para guru dan Komite sekolah, yakni menutup atap dengan terpal. Tujuannya agar air hujan tidak masuk ke ruangan. Pemasangan terpal sendiri dilakukan sekitar dua minggu yang lalu.

Jumariyah mengaku, tidak tahu pasti penyebab rusaknya genteng, apakah pecah atau kualitas genteng yang buruk. Sampai saat ini hanya dua ruang yang kerusakan plafonnya serius, yakni ruang guru dan ruang kelas VI.

“Selain plafon ruangan jebol, ada satu monitor komputer yang rusak terkena air hujan,” imbuh Jumariyah.

Namun begitu, karena kegiatan PTM sudah dilaksanakan, Jumariyah menyatakan bahwa ruang yang rusak mau tidak mau masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar para siswa, karena ruang kelas yang ada hanya pas untuk kelas I sampai VI.

“Ya gimana lagi, tidak ada ruang kelas yang kosong, pas untuk kelas I sampai VI,” imbuhnya

SD Beji Patuk mempunyai siswa sebanyak 86 anak, dan sesuai instruksi, bahwa saat ini kegiatan pembelajaran secara PTM sudah dilaksanakan secara penuh

“Kami sebetulnya juga khawatir terkait kerusakan yang terjadi, karena bisa berbahaya untuk anak didik dan guru yang mengajar. Kami juga sudah melaporkan hal ini ke Dinas Pendidikan, semoga segera ada tindak lanjut,” harapnya.

Sementara itu Sekretatis Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungkidul, Winarno mengaku belum tahu persis mengenai kerusakan yang terjadi di SD Beji ini.

“Saya baru beberapa hari bertugas di Dinas Pendidikan, coba kami pelajari dulu,” terangnya lewat pesan singkat.

u6Dacb.md.mp4
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: