17 ODPP di Gunungkidul, Masih Hidup Dalam Pasungan

  • Bagikan

Gunungkidul, (lensamedia.co)– Dari data Dinas Kesehatan Gunungkidul, saat ini tercatat 1.444 warga Gunungkidul yang terdiagnosa sebagai Orang Dengan Disabilitas Psikososial (ODDP).

Dari jumlah itu, ada 17 orang yang saat ini masih dipasung. Angka ini mengacu pada hasil pemeriksaan dari seluruh puskesmas di Gunungkidul.

“Ada 17 ODDP yang dipasung di rumahnya, bentuknya beragam, ada yang diikat salah satu anggota tubuhnya atau dikurung dalam ruangan tertutup, terpisah dengan anggota keluarga lainnya,” ungkap Dewi Irawaty, Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul beberapa waktu lalu dalam acara peluncuran buku panduan pendampingan ODPP.

“Tindakan pemasungan ini diambil karena pihak keluarga merasa anggotanya yang ODDP tersebut sebagai beban,” imbuh Dewi lagi.

Anggota keluarga merasa tak sanggup untuk menangani sanak saudaranya sendiri yang mengalami gangguan kejiwaan. Dewi menyebut tindakan pemasungan ini tentu sangat tidak manusiawi.

Dewi menyatakan upaya edukasi dan layanan penanganan pada ODDP dari pemerintah sebetulnya sudah cukup baik. Namun menurutnya yang paling penting bagaimana dari keluarga hingga lingkungan sekitar mampu melakukan penanganan kasus ODDP.

“Salah satu yang penting dalam penanganan ODPP adalah setelah mereka menjalani terapi. Bagaimana cara menjaga agar kondisi mereka tetap stabil dan semakin baik, pihak keluarga terdekat dalam hal ini sangat berperan,” imbuhnya.

Siswaningtyas Tri Nugraheni, Manajer Project Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, menyebut bahwa kasus ODDP di Gunungkidul merupakan tertinggi kedua di DIY.

“Sangat disayangkan masih ada ODPP yang dipasung, di Gunungkidul masih ada kesenjangan pada penanganan ODDP, termasuk jumlah tenaga hingga fasilitas penunjang penanganan yang masih terbatas,” ujar Siswaningtyas .

Menurutnya, penanganan pada ODDP perlu dilakukan secara komprehensif. Namun diperlukan dukungan dari berbagai sektor selain kesehatan, sebab ODDP juga perlu pendampingan secara sosial.

“Paling penting sebetulnya bagaimana menjaga kondisi psikis ODPP stabil, karena sebetulnya mereka pun bisa tetap produktif seperti orang lain,” jelasnya.

lensamedia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: